Tue 19th Jun, 2007, Daily Rants, Words

Jalan Bebas Menghambat

“Sial ini jalan tol, macetnya nggak tanggung-tanggung.”

Begitulah cara temanku menggerutu sepanjang jalan tol dari tempat A (ada deh) ke tempat B (ya situ lah). “Katanya jalan tol itu jalan bebas hambatan, tapi udah mahal-mahal bayar kok ya mampet begini.”

Mungkin ini ada kesalahan persepsi, ada kesalahan penerjemahan atau kesalahan pengertian. Mungkin kalau jalan tol bisa ngomong, dia akan membela diri dengan menyatakan bahwa tol itu tidak sama dengan bebas hambatan. Entah ini kesalahan siapa yang memadankan bahasa londo “Toll Road” dengan “Jalan Bebas Hambatan” dalam bahasa Indonesia.

Padahal “Toll Road” itu lebih bagus diterjemahkan menjadi “Jalan Berbayar”, karena memang seperti itu adanya.

“Toll”, dalam bahasa Inggris artinya:

  1. Biaya yang dikenakan (atau dibayarkan kepada) pemerintah atau negara, sebagai ganti hak atau keistimewaan, misalnya hak untuk menggunakan seruas jalan atau jembatan.
  2. Jumlah kerusakan, kerugian, atau kesusahan (penderitaan) akibat suatu bencana.
  3. Pajak, bea, atau biaya yang dikenakan atas suatu jasa atau penggunaan fasilitas.
  4. Biaya yang dikenakan untuk melakukan panggilan (telepon) jarak jauh.

Dan masih banyak lagi.

Jadi, pernyataan di bawah ini sebenarnya menyesatkan, bila tidak sepenuhnya salah:

…pemerintah agar mengizinkan penggunaan jalur bebas hambatan (tol) bagi pengendara… (dari sini)

Fri 2nd Jun, 2006, Daily Rants, Tuned, Words

Kalau hari terasa berat…

Beberapa tahun terakhir ini, bulan Mei hingga bulan Juli (atau Agustus) nggak berenti-berentinya jadi sumber be-te alias sumber kepanikan dan sumber stress. Aku kadang pengen nyerah banget karena dikejar-kejar deadline, entah itu laporan tengah tahun, tesis, Rapat Luar Biasa, rekap proyek, atau apa pun juga. Segala hal yang bisa bikin orang jadi gila kayaknya tumpah ruah jadi satu di bulan-bulan itu. Tapi ya seneng juga sih — cuma empat dari dua belas bulan. Nggak kebayang kalo sepanjang tahun stress, sepanjang tahun dikejar-kejar momok setan yang nggak diundang. Amit-amit. Mending aku ke laut ajah.

Semalem, sambil bergadang nulis makalah setengah-baru untuk keperluan perbaikan masa depan, aku nggak sengaja nyasar dan akhirnya mbaca “Thy Servant a Dog” yang ditulis oleh Rudyard Kipling. Cerita pendek ini menelusuri sekelumit kehidupan seekor anjing — si Boots — dari sudut pandangnya sendiri. Si Boots, dengan nada suara yang bikin gemes itu bercerita tentang hewan-hewan lain di sekitarnya, tentang majikannya, tentang masa lalunya, tentang hari-hari yang bikin be-te.

more…