Fri 2nd Jun, 2006, Daily Rants, Tuned, Words

Kalau hari terasa berat…

Beberapa tahun terakhir ini, bulan Mei hingga bulan Juli (atau Agustus) nggak berenti-berentinya jadi sumber be-te alias sumber kepanikan dan sumber stress. Aku kadang pengen nyerah banget karena dikejar-kejar deadline, entah itu laporan tengah tahun, tesis, Rapat Luar Biasa, rekap proyek, atau apa pun juga. Segala hal yang bisa bikin orang jadi gila kayaknya tumpah ruah jadi satu di bulan-bulan itu. Tapi ya seneng juga sih — cuma empat dari dua belas bulan. Nggak kebayang kalo sepanjang tahun stress, sepanjang tahun dikejar-kejar momok setan yang nggak diundang. Amit-amit. Mending aku ke laut ajah.

Semalem, sambil bergadang nulis makalah setengah-baru untuk keperluan perbaikan masa depan, aku nggak sengaja nyasar dan akhirnya mbaca “Thy Servant a Dog” yang ditulis oleh Rudyard Kipling. Cerita pendek ini menelusuri sekelumit kehidupan seekor anjing — si Boots — dari sudut pandangnya sendiri. Si Boots, dengan nada suara yang bikin gemes itu bercerita tentang hewan-hewan lain di sekitarnya, tentang majikannya, tentang masa lalunya, tentang hari-hari yang bikin be-te.

more…

Wed 22nd Mar, 2006, Daily Rants, Tuned

Daniel Powter - Bad Day

You stand in the line just to hit a new low
You’re faking a smile with the coffee to go
You tell me your life’s been way off line
You’re falling to pieces everytime

Akhirnya! Akhirnya! Bisa juga mendengarkan lagu ini di rumah. Ngelonin guling, selimutan, pasang lagu ini kenceng-kenceng. Pertama cuma siul-siul sumbang, lalu mulai deh kerasa kayak sarang laba-laba yang nutupin pikiran dihapus, dan capek-capek karena seharian kerja hilang semua. Nada-nada yang bikin jempol kaki ikutan berdansa dan mulut yang tadinya merengut tiba-tiba tersenyum.

Ada hari-hari di mana aku bangun tidur dan ngerasa: sial, kayaknya hari ini bakal sial. Serasa bangun pagi cuma buat nawarin diri untuk dibanting, serasa bangun pagi cuma suatu beban. Dan kadang-kadang banyak yang tanya: kamu nggak apa-apa? yang cuma bisa dijawab: nggak, nggak apa-apa. Lalu, akupun ngloyor pergi sambil minum teh hangat lewat osmosis.

Ada rasa sebel ngeliat orang berwajah prihatin, bernada suara menenangkan. Ada rasa: aku ga butuh perhatian kamu. Aku bisa sendiri. Mulai keluar sok masokis, mulai keluar tabiat gak peduli padahal minta dikasihani. Walau kaki ngajak badan ngaleos, tetep aja di hati ada jeritan (yang udah seratus persen berani jamin gak kedengeran) yang bilang: Ayo, tanyakan keadaanku, perhatikan aku. Mungkin emang over-drama. Ratu drama?

Ada hari di mana rasanya pengen jadi orang paling dangkal di seluruh dunia — hati jadi sensitif banget, segala hal kecil dianggap sebagai upaya untuk ngejatohin aku. Pokoknya… ah, kalo menurut anak-anak kampung gajah: lagi romantis pisan bareng aan. Atau sedang menjadi memeras aan dengan sepenuh hati.

You’re taking one down
You sing a sad song just to turn it around…
You work at a smile and you go for a ride…
You’re coming back down and you really don’t mind
You had a bad day

Hari buruk emang bakal ada. Hari yang bikin aku pengen nabok orang tanpa alesan, atau geram pada orang tanpa awal atau akhir yang jelas. Kadang-kadang muter lagu kesayangan dan nangis menghadap tembok, kadang-kadang nyekek boneka yang untungnya gak bisa ngebales (kayak Chucky aja deh!). Kadang-kadang, kalo sedang esmosi tak tertahankan, kalau perasaan sedang sensitif mandraguna… hal-hal kecil aja bisa bikin depresi. Puter lagu, makan coklat, nelen es krim.

Salah satu yang paling manjur, tapi paling susah dipraktekin itu ya: go for the ride, cuek. Jalan terus, cari kesibukan. Atau sadar bahwa ya udah: udah buruk mo diapain lagi? You really don’t mind. Tiba-tiba hari udah jadi minggu, minggu udah jadi bulan, bulan udah jadi tahun. Dan ketika ngeliat kembali ke masa itu, udah bisa ketawa, udah bisa ngetawain diri sendiri: KOK AKU WAKTU ITU BODOH BANGET?

Atau malah tambah bodoh? Malah tambah nggak punya perasaan? Atau malah lupa? (ingetan pendek? Apakah itu pertanda bagus?)

You see what you like
And how does it feel for one more time

Ngetes-ngetes cara penanggulangan hari buruk. Ada banyak cara untuk menghilangkan rasa gondok dan rasa sebel. Tapi rasanya masih paling ampuh kalau punya temen yang merupakan pendengar yang baek. Tentu aja, harus bisa bales budi juga, belajar jadi pendenger yang baek juga.

Dulu waktu di asrama… pernah saking sedihnya sampe ngancurin kamar sendiri. Sampe telapak tangan kebakar puntung rokok, sampe kaki nginjek-nginjek pecahan kaca, sampai tertidur di pojok ruangan. Tiba-tiba aku bangun, udah di bawah selimut, ditemenin sama boneka kesayangan, dan kamar tiba-tiba udah rapih semua. Luka-luka udah dioles betadine dan diverban rapih. Di dinding sebelah ranjang ada kertas ditempel pake tensoplas.

Hen… kamu kenapa? Kalo udah bangun dan ngerasa bisa jalan… kita semua ada di dapur.

Dari wangi yang nelusup masuk ke kamar, kayaknya ada yang bikin kue dan biskuit coklat. Tiba-tiba, pintu kamar udah dibuka, dan lampu dari koridor mengalir masuk.

“Eh! Udah bangun. Ini ada kue coklat dan susu anget. Mau?”

Satu persatu temen-temenku pada masuk ke kamar, bayangan gelap yang hangat dan baik hati. Nggak ada yang berisik (walaupun sebenernya kita semua pada heboh-heboh semua), nggak ada yang angkat bicara. Tapi, cuma dari wangi coklat hangat dan kehadiran mereka, sambil nonton asap hangat menari-nari keluar dari gelas susu hangat…

Kamu kenapa? Ada kita di sini, lho…