Waria dari Masa ke Masa
Beberapa hari yang lalu, aku baca beberapa keluhan dari beberapa orang tua tentang semakin maraknya karakter waria (wanita yang diperankan pria) di televisi, media massa, bahkan panggung sandiwara dan lain-lain. Dia takut sekali nanti anaknya (dan anak-anak Indonesia) jadi “rusak”. Sebenernya sih, menurut sang orang tua di atas, waria itu bukannya buruk, tapi sayangnya banyak penggambaran tentang waria di teve-teve, di acara komedi, acara guyonan, sampai acara lainnya itu nggak disampaikan dengan “pendidikan” yang benar. Dan tau sendiri lah, seusaha apapun orang tua mendidik anaknya, tapi kalau media massa berkata lain, kadang-kadang anak-anak lebih percaya pada bintang pelem (dan karakter yang diperankan) daripada pada orang tuanya sendiri.
Yah, aku sih nggak gitu ngerti soal beginian, mungkin harus diserahkan ke ahli (atau pakar) jender kali ya…
Lucunya (atau mungkin nggak lucu), malamnya aku membaca cerita mitologi orang-orang Eropa Utara, dan kebetulan mbaca cerita tentang “waria”. Begini ceritanya…