*brak!*
wah! kepala benjot. Ditimpuk Hapenya Geg Ina dan Alex. Hihhihi.. Em.. katanya disuruh mengisi survey kepemilikan hengpon, a la sensus kependudukhenponan. Hmm.. mari kita cobak satu-satu.
Menurut serinya, henpon saya namanya Nokia 6233, ini hapeku yang kedua? Eh yang ketiga deh. HP yang pertama saya dapat waktu masih kuliah dulu, dibayar melalui pinjaman dan dilunasi dengan gaji pertama kantor kuliah dan itu sudah kuhibahkan ke sahabat di kantor. HP yang kedua dibeli dengan gaji pertama kantor Jakarta, dan sekarang masih saya pakai sebagai HP cadangan. Tapi HP yang baru ini didapat karena semua sudah mengeluh kalau HP saya yang terdahulu sudah sulit dihubungi. Akhirnya dengan berbelas kasihan, aku dapat juga HP baru.
Menurut aku HP ini bagus, karena bentuknya lucu tapi nggak lucu-lucu amat (agak dewasa tapi tidak tua), dan tombol-tombolnya mudah dipencet, beda dengan HP yang terdahulu (Motorola C200) yang minta ampun kalo mau ngetik sms. Menunya mudah dan fiturnya juga banyak. Bisa gigibiru, bisa inframerah, bisa tiga-ge juga kayaknya, bisa mms juga. Yang pasti, fitur-fitur itu jarang sekali aku gunakan karena aku agak Gagal Teknologi. Suatu hari, kayaknya aku harus ikut kursus penggunaan HP. Tapi, yang pasti, HP ini sangat membantu dalam urusan per-sms-an dengan kemudahan pencetannya.
Fitur yang paling sering digunakan itu: Kalkulator (apalagi kalo belanja bulanan), Notes, dan Music Player kalo sedang bosan. Kebelakangan ini jadi rajin menggunakan fitur tustel kamera, karena sering kelupaan bawa kamera kodak (hoho).
Wallpaper yang ada di HPku tergolong produk iseng. Maksudnya, kadang-kadang nggak tentu arah dan nggak jelas alasan dibalik penggunaan itu. Wallpaper yang sekarang gambarnya langit senja di Senayan, diambil ketika aku sedang menyusuri jalanan Senayan yang penuh sesak untuk pergi kaondangan. Sebelum ini, ada foto Pira, boneka beruang kutubku yang setia. Sebelumnya lagi, kayaknya wallpaper default bawaan Nokia deh (yang gambarnya kelereng-kelereng warna hijau itu).
Mengenai nomor yang digunakan, sebenarnya ini nomor kedua saya, karena nomor pertama itu hangus karena lupa dikasih makan pulsa. Hehe. Pemilihan nomor ini juga sengaja cari yang agak bagus, supaya mudah diingat, berhubung ingatan saya tergolong lamur. Pun sudah punya nomor yang tergolong cantik tidak membantu — seringkali lupa nomor sendiri, dan akhirnya teman-teman dan kenalan pun jadi korban “salah kasih nomer”. Bahkan nTub pernah sayah kasih nomor yang salah, dan nyasar ke HP anggota keluarga yang lain. Huhuhu, maafkan yah!
Selain wallpaper yang diganti, ringtone juga berubah. Untuk telepon masuk deringnya menggunakan lagu U2-Beautiful Day, dan untuk SMS masuk, bunyinya lagu X-Ray Dog - Here Comes the King.
SMS terakhir datang dari Vendor, yang menanyakan apakah pelatihan masih dilakukan sesuai dengan jadwal.
Kalo soal spesifikasi sih, masih standar dan sama dengan yang dikeluarkan oleh pabrikan. Belom dioprek, belom dianeh-anehin, dan bodinya aja masih sesuai dengan yang keluar dari kotaknya. Oh iya, cuma memorinya aja nambah, sakingan dapet hibahan kartu microSD yang satu giga. Itu juga kok lama ya penuhnya. Ternyata satu giga itu banyuaaak!
Disimpan di manakah? HP ini tergolong benda yang kasihan. Letaknya tidak beraturan dan sering menerima miskol dari pemiliknya karena pemiliknya lupa si HP ditaro di mana. Kadang-kadang kalo lagi resik, si HP ditaro di saku HP yang ada di dalam tas (lucu juga kebanyakan tas kantorku ada saku khusus untuk HP). Kalau lagi males bawa tas, masuk di dalam celana, kalau nggak ada saku pada celana, palingan hanya dibawa di dalam tangan (untung gantungan HPku bentuknya seperti cincin, jadi bisa disangkutin di jari). Tapi seringnya mah HPnya nggak tau ada di mana.
HP aku sih diusahain nyala terus, kecuali kalo memang nggak boleh dinyalain, kayak kalo lagi naek pesawat terbang atau sematjamnya. Tapi seringnya sih dinyalain terus. Walaupun begitu, aku paling sering lupa membawa serta HPku (biasanya ditinggal di kamar, terus aku seharian ngendon di rumah tetangga atau di ruang tamu, atau pergi ke mana, tapi HPnya ditinggal), jadi yang namanya miskol biasanya banyak dan SMS kadang-kadang banyak juga. Atau kadang-kadang kalau batrenya sudah habis dan kebetulan aku lagi males, bisa lama banget itu HP didiemin mati. Kayaknya, sayah harus lebih rajin lagi dalam urusan perteleponan ini.
Ngomong-ngomong, batere biasanya habis dua hari sekali. Rekor terlama tidak harus mencoblos batre sejak pencoblosan terakhir adalah satu minggu, dan rekor terpendek adalah 14 jam. Hehehe.. HP yang aneh.
Nah… selesai sudah kayaknya sensus perteleponan. Sekarang, sebagai warga yang baik saya akan menimpuk: Connie, Isyana, Trinie, dan Herry.
*timpuk*