Sun 9th Mar, 2008, Movies

10,000 BC

Kemaren, mendadak nongbar (nongtong-bareng) sama anak-anak dari milis kampoeng gadjah. Pertama sebenernya ada yang “pengen” nonton Ayat-ayat Cinta, tapi karena banyak yang protes (lebih ke arah, “Sekali lagi gue nonton AAC, dapet payung cantik deh aw”), akhirnya nontonlah 10,000 BC. Pilihannya antara itu atau Kuntilanak. Atau mungkin Tali BH Pocong atau apa gitu.

Filemnya… lucu. Lumayan bagus untuk ditonton, tapi jangan dianggep serius. Paling nggak menurut aku lucu sih. Tapi menurut temen-temen lainnya, filem itu filem kolosal. Nggak lucu kayak Rrrr!, tapi tetep aja punya kelucuan sendiri, menurutku.

Jadi gini ceritanya…

more…

Mon 31st Jul, 2006, Movies, Books

Cerita tentang ayam jago dan kebo buntel

Pada tahun 1759, Laurence Sterne menerbitkan jilid 1 dan jilid 2 dari bukunya The Life and Opinions of Tristram Shandy, Gentleman. Entah gimana, si Laurence Sterne ini kayaknya nggak puas cuma nerbitin 2 jilid, akhirnya… 10 tahun kemudian… terbitlah jilid 9. (Jadi inget felem sinetron “Tersanjung” deh).

more…

Sun 19th Feb, 2006, Daily Rants, Movies

Kata kuncinya adalah “kejombloan yang menyedihkan”

Hari ini, aku pergi nonton Jomblo dengan Adis. Filmnya ringan, cerita tentang cowok-cowok jomblo yang berusaha dengan amat sangat (dan setengah hati) untuk melepaskan predikat jomblo abadi. Bukan karya sejenis Cannes, tapi karya yang enak ditonton kalau tidak mau mikir (ini aku paling suka). Sebenernya, aku lebih mendukung tipe-tipe film Indonesia yang seperti ini daripada film setan dan hantu yang sekarang sedang banyak diputar di TV.

Cuma, seperti masalah yang melanda film di mana pemerannya diharuskan merokok (atau makan gulali), masalah kontinuiti tetap menghantui (kontinuiti dalam bahasa sinematik Indonesia itu apa?). Rokok yang panjang pendek, gulali yang banyak lalu sedikit, lalu banyak lagi… Yah. Hal kecil sih, tapi cukup ngganggu juga.

Oh iya, baru tau juga kalau Gunung Tambora itu letusannya 10x lebih hebat daripada Gunung Krakatau.

Ah, mau cerita apa lagi ya? Paling bingung merangkai kata-kata. Dilanjut saja besok.