Tue 24th Jul, 2007, Daily Rants, Earth, Case, Health

Belajar Menjadi Pemulung

Dengkul pegot, celana sobek, kepala benjot… padahal baru lima menit tiba di Gunung Geulis, lokasi berkumpul anak-anak muda yang aneh-aneh dan lucu-lucu.

Akhir pekan kemarin mungkin adalah salah satu akhir pekan terseru dalam beberapa bulan terakhir. Banyak yang dikerjakan, banyak yang dipelajari, dan banyak teman yang diperoleh. Bilangnya sih raker, tapi kok nggak kayak raker ya… lebih sering ketawanya, lebih sering santainya, dan lebih banyak belajarnya (baik dari sesi maupun di ruang tamu sambil ngobrol-ngobrol nyeruput kopi hitam pekat dan makan ubi goreng). Belajar tentang apa ya? Ada tentang daur ulang kreatif, tentang pemilahan sampah, dan tentang kompos. Hehehe, aku sendiri ikut, sebenarnya bukan karena felem The Inconvenient Truth (yang baru aja dipresentasiin oleh Bapak Emerald Starr di Pusat Perfileman Usmar Ismail), tapi lebih karena… em… pengen bisa bikin pernik-pernik keren dari sampah dan juga karena pak tukang sampah yang sering keliling rumah sekarang sudah semakin tua dan kita semakin bingung kalau sampah udah numpuk dan nggak ada yang jemput.

more…

Wed 11th Apr, 2007, Daily Rants, Health

Tiga Cara Memerangi Sariawan

Akibat kegigit, kemudian kegigit lagi, kemudian akibat bergadang yang membabi buta, akhirnya timbulah sariawan sedanau toba sekawah ijen di bibir, yang membikin bibir maju nan jontor macam Angelina Jolie salah operasi.

Ini ada tiga cara jitu memerangi sariawan, diurutkan berdasarkan tingkat penderitaan.

  1. Minum Xiasangju Chongji, sehari dua kali, setiap kali dua sachet. Minuman ini adalah minuman bubuk dari ekstrak bunga krisan dan mulberry, bisa diseduh dengan air dingin, air panas, atau air hangat. Enak dan manis deh pokoknya. Dijual di kebanyakan toko obat-obatan Cina atau toserba seperti Toserba Rejeki di Harmoni, Jakarta Pusat. Pokoknya nggak ada menderita-menderitanya deh. Sekitar dua sampai tiga hari, langsung sembuh. Kalo nggak yang ini, bisa juga minum larutan Lohanguo (kalo ini mesti diseduh pake air panas, dan buka kemasannya rada-rada susah).
  2. Menaburkan bubuk Hao Fung San di atas luka sariawan. Bubuk ini rasanya agak pahit, makanya aku nggak gitu suka. Selain itu, bubuk yang berwarna kehijauan ini, kalau sudah mengenai air (ludah) pasti menggumpal dan kadang-kadang membuat gigi tampak seperti agak hitam (jadi penampilan juga agak menyeramkan), mirip nenek lampir dikit lah gitu. Ampuh sih, dan agak adem. Rasa perih sariawan juga agak berkurang. Sekitar dua hari gitu deh sariawan bisa hilang.
  3. Menaburkan garam di atas luka sariawan. “Dijamin besok sembuh,” kata temanku. “Elu mo bunuh gue apa ya?” Cepat dan menyakitkan. Direkomendasikan bagi para pahlawan berani mati.
Sun 11th Mar, 2007, Foodstuff, Health

Teh Hijau sebagai Obat Luar: Jangan Ditelan

Temenku demen banget sama yang namanya teh hijau, mulai dari teh hijau sebagai minuman, hingga teh hijau sebagai pelicin kulit. Kalau pernah ke rumah dia, pasti baru masuk pun sudah akan disambut dengan wangi teh hijau yang digunakan sebagai pengharum ruangan. Lalu, bukalah kulkasnya, pasti ada minuman teh hijau dan es krim teh hijau (katanya sih bikin sendiri). Di kamar mandi pun, teh hijau ada di mana-mana. Dari sabun cuci muka, sabun dan scrub, hingga obat penangkal jerawat yang dioleskan. Teh hijau kabeh.

Gara-gara dia pula aku jadi mulai doyan yang namanya teh hijau. Entah itu yang dimakan (aku doyan banget yang namanya es krim teh hijau bikinan Haagen Daz), atau buat muka (aku dapet spot wand, obat oles untuk jerawat yang bahan dasarnya adalah teh hijau, walau rada aneh baunya. Tapi ampuh… jerawat cepet “mateng”).

Tapi ini ada dua resep penggunaan teh hijau yang aku baru tau.

Teh hijau pengusir jamur kaki
35gram matcha (bubuk teh hijau); 15gram baking soda (soda kue); 15gram tepung maizena, dan 8 tetes lavender essential oil (buat wanginya).

Semua bahan di atas dicampur rata (dan jangan dimakan, soalnya essential oil kadang-kadang nggak cocok untuk dimakan dan kadang-kadang bisa bikin alergi. Taburkan sedikit di atas jari-jari kaki, sebelum memakai sepatu, kalau mau berpergian. Jangan dipake semua tentunya. Sisanya, disimpen di dalem peles untuk dipake kapan-kapan. Katanya sih ampuh.

Matcha Mayonnaise bikin muka berbinar-binar
240ml mayones, dan 1/8 sendok teh matcha

Semua bahan di atas dicampur rata (kalo dimakan rasanya aneh kali ya? Ga berani nyoba ah). Terus dipakein ke muka (awas jangan sampe kena mata, hmm hmm). Tinggalin di muka selama 20 menit (jangan iseng, jangan dipegang-pegang, dan jangan seliweran di luar rumah, nanti dikira hantu). Setelah 20 menit, basuh pake air (jangan panas, jangan aer es juga). Basuh sampe bersih dan tidak tersisa.

Kalau dipake siang hari, habis muka dibasuh dan diseka dengan handuk, pakai pelembab, biar mukanya nggak kering. Kalau dipake malem hari menjelang bobo, ga usah pake pelembab juga nggak apa-apa, soalnya muka kita suka rajin bikin pelembab kalo malem.

Dari: Femina edisi 07/XXXV.
Komentar-komentar miring: dari temanku, sang maniak teh hijau.

Fri 10th Nov, 2006, Education, Case, Health

[Basbang Tak Mengapa] Dokter Google

Ngubek-ngubek internet untuk nyari informasi itu bukan hal yang baru. Dan tentunya, Internet yang nggak jelas bentuknya, dan nggak berat (cuma seberat perangkat yang digunakan… kalo desktop ya berat, kalo cuma henpon mah ringan kan ya). Bandingin ajah sama ngubek-ngubek perpustakaan untuk mencari informasi. Segitu banyaknya buku, segitu tinggi rak-raknya (ya, ya, saya memang pendek), dan segitu harusnya menjaga ketenangan (ga bisa pasang musik kenceng-kenceng, nggak boleh bawa makanan dan minuman, gak boleh ini, gak boleh itu). Belom lagi hukuman yang dijatuhkan oleh ibu-ibu perpus yang galak dan perawan tua… buku ga boleh lecek, ga boleh robek, ga boleh lecet, ga boleh kesobek, ga boleh kecabik. Belom lagi ngadepin buku-buku yang lebih tua daripada yang paling tua… yang nyentuhnya aja mesti pake sarung tangan (biar minyak dari kulit kita nggak ngerusak buku), dan harus ekstra hati-hati (biar nggak rusak, lah wong udah ratusan tahun bertahan, masa’ gara-gara si sayah ga hati-hati terus rusak. Ga ada gantinya tuh. Pake mesin waktu juga kayaknya nggak mungkin).

Tapi sekarang… tidak usah susah-susah lagi! Tinggal duduk di depan komputer (atau selonjoran, atau tengkurep, atau dengan gaya apa saja), buka salah satu search engine, ketik hal yang ingin diketahui di kolom yang tersedia, lalu… tinggal tunggu hasilnya. Dengan waktu yang relatif lebih singkat, aku udah dapat banyak link (tautan) ke artikel berita, catatan blog, atau pun laman web yang mungkin sesuai. Tapi tunggu dulu… seberapa akurat informasi yang didapat dari search engine ini? Kita-kita sih udah tau seberapa ampuhnya Om Gugel ini. Tapi sekarang… sudah ada bukti empiris, yang sudah terbukti secara formal (lewat penelitian segala loh) tentang betapa ampuhnya internet!

“Enam puluh persen,” kata para dokter yang menggunakan Google untuk mencari jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan sukar seputar keluhan pasien. Dan keluhan-keluhan ini bukan keluhan-keluhan gampang. Kalo gampang mah, dokter junior juga tau.

more…