[Basbang Tak Mengapa] Dokter Google
Ngubek-ngubek internet untuk nyari informasi itu bukan hal yang baru. Dan tentunya, Internet yang nggak jelas bentuknya, dan nggak berat (cuma seberat perangkat yang digunakan… kalo desktop ya berat, kalo cuma henpon mah ringan kan ya). Bandingin ajah sama ngubek-ngubek perpustakaan untuk mencari informasi. Segitu banyaknya buku, segitu tinggi rak-raknya (ya, ya, saya memang pendek), dan segitu harusnya menjaga ketenangan (ga bisa pasang musik kenceng-kenceng, nggak boleh bawa makanan dan minuman, gak boleh ini, gak boleh itu). Belom lagi hukuman yang dijatuhkan oleh ibu-ibu perpus yang galak dan perawan tua… buku ga boleh lecek, ga boleh robek, ga boleh lecet, ga boleh kesobek, ga boleh kecabik. Belom lagi ngadepin buku-buku yang lebih tua daripada yang paling tua… yang nyentuhnya aja mesti pake sarung tangan (biar minyak dari kulit kita nggak ngerusak buku), dan harus ekstra hati-hati (biar nggak rusak, lah wong udah ratusan tahun bertahan, masa’ gara-gara si sayah ga hati-hati terus rusak. Ga ada gantinya tuh. Pake mesin waktu juga kayaknya nggak mungkin).
Tapi sekarang… tidak usah susah-susah lagi! Tinggal duduk di depan komputer (atau selonjoran, atau tengkurep, atau dengan gaya apa saja), buka salah satu search engine, ketik hal yang ingin diketahui di kolom yang tersedia, lalu… tinggal tunggu hasilnya. Dengan waktu yang relatif lebih singkat, aku udah dapat banyak link (tautan) ke artikel berita, catatan blog, atau pun laman web yang mungkin sesuai. Tapi tunggu dulu… seberapa akurat informasi yang didapat dari search engine ini? Kita-kita sih udah tau seberapa ampuhnya Om Gugel ini. Tapi sekarang… sudah ada bukti empiris, yang sudah terbukti secara formal (lewat penelitian segala loh) tentang betapa ampuhnya internet!
“Enam puluh persen,” kata para dokter yang menggunakan Google untuk mencari jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan sukar seputar keluhan pasien. Dan keluhan-keluhan ini bukan keluhan-keluhan gampang. Kalo gampang mah, dokter junior juga tau.