Wed 7th Mar, 2007, Books

Yang duluan, menang: Ungkapan Terkenal Sepanjang Masa

Ternyata banyak juga ungkapan yang kita pake sekarang yang bisa digolongkan “basbang”, alias sudah dipake sejak jaman dulu kala… maksudnya sejak jaman Obelix belom kecemplung ke dalam gentong jamu ajaib. Misalnya, carpe diem, yang dulu bener-bener tidak berkonotasi “gapai cita-cita setinggi mungkin” tapi lebih berarti: “udah jangan mikir yang muluk-muluk, kerjain aja yang ada di depan mata. Atau misalnya E Pluribus Unum, moto negara Amerika Serikat yang ternyata diambil dari puisi tentang cara meracik salad dengan benar.

more…

Mon 29th Jan, 2007, Books, Story

Waria dari Masa ke Masa

Beberapa hari yang lalu, aku baca beberapa keluhan dari beberapa orang tua tentang semakin maraknya karakter waria (wanita yang diperankan pria) di televisi, media massa, bahkan panggung sandiwara dan lain-lain. Dia takut sekali nanti anaknya (dan anak-anak Indonesia) jadi “rusak”. Sebenernya sih, menurut sang orang tua di atas, waria itu bukannya buruk, tapi sayangnya banyak penggambaran tentang waria di teve-teve, di acara komedi, acara guyonan, sampai acara lainnya itu nggak disampaikan dengan “pendidikan” yang benar. Dan tau sendiri lah, seusaha apapun orang tua mendidik anaknya, tapi kalau media massa berkata lain, kadang-kadang anak-anak lebih percaya pada bintang pelem (dan karakter yang diperankan) daripada pada orang tuanya sendiri.

Yah, aku sih nggak gitu ngerti soal beginian, mungkin harus diserahkan ke ahli (atau pakar) jender kali ya…

Lucunya (atau mungkin nggak lucu), malamnya aku membaca cerita mitologi orang-orang Eropa Utara, dan kebetulan mbaca cerita tentang “waria”. Begini ceritanya…

more…

Fri 26th Jan, 2007, Books, Story

Antara Sinetron dan Dongeng

Kemarin, di milis, muncul bahasan tentang judul-judul sinetron hidayah dan tentang cerita-cerita yang mengajarkan bahwa semua ang kita lakukan punya konsekuensi. Sebenarnya, waktu aku masih kecil dan jauh sebelum sinetron seperti ini bermunculan (atau jauh sebelum aku diperbolehkan nonton acara lain selain Unyil dan Sesame Street yang dialihsuarakan… eh.. dan Ria Jenaka, Album Minggu Ini, atau samting laik det), banyak juga cerita-cerita macam ini. Dari mulai cerita fabel Aesop, cerita wayang, sampai cerita perumpamaan si Kancil dan Kuda Nil, cerpen-cerpen di Majalah Bobo dan seterusnya. Bundaku yang tercinta juga sering bercerita yang model beginian (model cerita berpetuah, maksudnya) sebagai pengiring tidur.

Akhir ceritanya bisa ditebak. Misalnya, anak yang nakal jatuh ke dalam kubangan; berang-berang yang pemarah disengat ratusan lebah; anak yang baik hati dikaruniai kecantikan dan menikah dengan pangeran; kakak tiri yang jahat berubah menjadi nenek lampir dan seterusnya. Atau kalau di sinetron, orang jahatnya ketemu akhir yang mengenaskan.

Nah, tadi aku juga baru membaca cerita yang cocok banget dijadikan skenario cerita sinetron di Indonesia. Kalau inspirasi dari Taiwan atau dari Korea atau Jepang sudah habis, bisa juga membaca cerita rakyat dari Norwegia ini. Judul aslinya sih: “Lelaki Penjaga Rumah”. Tapi mungkin kalo disinetronkan, judulnya bisa jadi begini.

more…

Fri 29th Sep, 2006, Daily Rants, Books

Beli Buku, Baca Buku?

Wah! tak terasa sudah akhir bulan lagi! Berarti sebentar lagi gajian, dong! Nggak sabar menunggu senin, nih. Walaupun sudah bertahun-tahun menerima gaji, tetep aja eforianya nggak berkurang… nggak beda sama yang namanya seneng pas nerima gaji pertama. Yah, namanya juga nerima duit. Ya ya.. ujung-ujungnya duit. Tapi setiap kali terima gaji, rasanya bahagia karena… eh, ternyata saya masih punya kerjaan, dan belom jadi pengangguran. Ada juga tekat untuk kerja lebih rajin lagi, supaya nggak dipecat. Tapi, gimana dong? Malasku ini bawaan lahir kayaknya.

more…

Mon 31st Jul, 2006, Movies, Books

Cerita tentang ayam jago dan kebo buntel

Pada tahun 1759, Laurence Sterne menerbitkan jilid 1 dan jilid 2 dari bukunya The Life and Opinions of Tristram Shandy, Gentleman. Entah gimana, si Laurence Sterne ini kayaknya nggak puas cuma nerbitin 2 jilid, akhirnya… 10 tahun kemudian… terbitlah jilid 9. (Jadi inget felem sinetron “Tersanjung” deh).

more…