Tue 11th May, 2010, Blog31Hari

#BLOG31HARI: Hari ke-6

Terpisahkan Jarak dan Waktu

Hampir saja lupa untuk ngeblog. Tak terasa, tiba-tiba udah Rabu aja. ::lirik jam:: Jadi sebenernya, seharusnya blog Selasa dianggap bolong, kalo puasa itu berarti ngutang. Tapi, kan di beberapa tempat di belahan bumi lain masih hari Selasa! Bahkan, pasti ada belahan galaksi yang hari ini masih Senin ::mencari pembenaran yang salah::

Eh, jadi enaknya ngomongin apa, ya?

Oh iya, dulu saya punya temen. Sekarang juga masih, tapi maksudnya ini nyeritain tentang jaman dulu, bukan tentang dulu bertemen tapi sekarang nggak. Um… eh iya, kembali ke topik.

Dulu saya punya temen yang dikirim kantornya ke luar negeri, untuk berkantor di sebuah kota di negeri itu.

Berangkatlah dia.

Dan kangen rumahlah dia.

Nahasnya, karena kesibukan dia di siang hari (waktu setempat), dia hanya bisa telepon-teleponan setelah hari menjadi sore di negara itu.

Sialnya, letak geografis negara tersebut bener-bener nggak banget deh. Serba nanggung. Di sana sore, di sini malam. Di sana malam, di sini tengah malam buta. Intinya, jam teleponnya sama dengan jam tidur kebanyakan orang yang disayangi dan dicintainya.

“Nggak tega ah, Hen. Udah malem buat mereka.”

Entah karena saya bukan termasuk ring orang yang dicintai atau disayanginya, atau karena saya termasuk orang yang sering bergadang, atau kombinasi keduanya, dia kok kalo nelepon saya tega-tega aja tuh.

Sempat saya suruh, “telepon cowok lu aja ‘napa sih? Kalo dia cinta, dia layanin dong curhatan elo. Walau tengah malam buta sekalipun.”

“Ya gue ga enak aja sih, dia kan butuh tidur.”

“Lah gue?”

Dia cuma tertawa, dan mulai titip pesan ini pesan itu untuk kekasihnya dan keluarganya (di samping tentunya dia menggunakan kecanggihan email untuk berkirim pesan yang lebih bersifat pribadi).

Sekarang dia sudah menikah, dan sudah diboyong suaminya (iya, yang tukang tidur itu) ke negara lain lagi; ke negara yang perhitungan jamnya lebih bersahabat.

Dan, entah karena saya telah berjasa menjadi penghubung kedua sejoli yang sempat terpisah jarak dan waktu, atau karena saya termasuk orang yang sering bergadang, atau kombinasi keduanya, suatu hari, tengah malam buta, “Hen! Anakku cewek! Kedengeran nggak?”

Sayup-sayup terdengar tangisan bayi, kencang, kuat dan sehat.

Selamat datang di dunia, nona manis. Semoga kamu tumbuh bahagia, sehat, kuat, dan kalau sudah bekerja, jangan kerja di negara yang aneh-aneh waktunya, ya.

1 Comment »

Right Click Here for TrackBack URI

  1. Comment by endhoot, May 12, 2010 @ 3:48 am

    wahihihihiih….

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>