Fri 28th Dec, 2007, Daily Rants

Natal 2007: Cape, Senang, Sedih

Natal tahun ini, kebagian “tugas negara-yang-satu-lagi” seperti Paskah sembilan bulan lalu. Dengan berharap bahwa pengalaman dari Paskah itu bisa menolong meringankan beban saat ini… tapi kok ya ternyata nggak juga. Mungkin karena semua hal itu adalah pengalaman baru yang nggak bisa dibanding-bandingkan, atau kalo kayak orang bule bilang: “terbang hanya dengan pantat celana” ajah. Ya, sebisa-bisanya ajah.

Panik juga sih, dengan 100 lebih kawanan wartawan yang dateng, dan saya yang biasanya cablak dan serampangan ini harus bisa jadi tuan rumah yang baik untuk mereka. Belum lagi waktu terkena isu bom, dan harus kerja ekstra untuk meyakinkan umat bahwa yang namanya hujan, geledek dan mati lampu sebentar itu cuma kebetulan, dan sweeping dari teman-teman di tim gegana dan detasemen itu cuma “rutin” ajah.

Kalo dirangkum menjadi lima perasaan, kira-kira jadinya seperti ini:
Kaget (campur seneng) Ketemu dengan Dodi. Tau sih, Dodi sebenernya pekerjaannya wartawan, tapi tetep aja lagi… kaget lho tiba-tiba lagi berberes meja pers/humas, lalu menengok sebentar ke belakang dan… WAH! DODI! Sayangnya, saya belum sempet ngajak Dodi tur keliling gedung, karena sudah keburu disteril dulu. Tapi lain kali, janji deh, saya ajak keliling sampe ke museum dan ruang lonceng. Hehehe.

Seneng Gimana nggak, dua hari penuh bersama dengan teman di tempat yang begitu ramai. Nggak cuma dengan temen lama aja, tapi ketemu dengan teman-teman baru juga. Usai misa terakhir pada malam natal (tengah malam), semua panitia humas/pers yang berpakaian hitam-hitam dan bertopi santa berkumpul di depan gerbang dan menyanyikan lagu “Selamat Hari Natal” dan mengucapkan selamat natal buat umat yang baru keluar. Seneng banget ngeliat wajah-wajah yang tadinya kecapekan, anak-anak yang tadinya ngantuk, tiba-tiba tersenyum dan menari bersama kami.

Cape Ya ini juga semua juga ngerasain kali ya. Tugas yang dimulai jam 10 pagi di hari Senin sampai jam delapan malam di hari Selasa, dengan jeda 3 jam (jam 2 malam sampai jam 5 subuh). Tapi ya gitu deh, perasaan cape kok ya nggak berasa kalau kita lagi seneng-seneng ya. Cuma, pas pulang aja baru berasa badan pada renteg semua.

Sedih Usai tugas siang, dan ketika sedang menunggu tugas sore, kami diajak oleh seorang humas senior dan wartawan dari SCTV ke Panti Asuhan Vincentius Putra di Kramat Raya. Hal pertama yang dirasakan ketika masuk ke pelataran parkir, dan menembus kantor pengurus adalah: Kok sepi begini? Di gedung tua dan besar itu minim hiasan natal, minim keceriaan natal. Cuma ada dua pohon natal yang berkelip-kelip sedih dan dihiasi dengan cup plastik bekas makanan ringan. Nggak ada bola-bola natal mentereng, nggak ada hiasan natal yang mahal. Nggak ada streamers yang menghiasi dinding atau langit. Semuanya kosong melompong.

Semakin kami berjalan ke dalam, semakin sedih melihatnya. Panti Asuhan yang menampung anak-anak pria mulai usia SD sampai STM itu bener-bener sepi. Para “anak panti” cuma bisa tiduran, selonjoran seperti tidak bernyawa di atas sofa-sofa yang sudah bolong, bangku-bangku batu panjang, atau di atas lantai. Cuma satu radio dengan lagu “dugem natal” yang memecah keheningan.

Nggak ada pesta natal untuk mereka, nggak ada rumah kerabat untuk mereka sambangi, nggak ada pengasuh bahkan. “Yah, cuma untung aja masih ada atap di atas kepala, dan kasur di ruangan tidur,” mereka menghibur diri mereka sendiri.

Ada satu anak, Yanto Hutasoit namanya, yang ingin sekali ketemu dengan orang tuanya. Dia, bersama dengan kembarannya Yanti (yang sekarang ada di Panti Asuhan Vincentius Putri) ditaruh di Pondok Si Boncel, sebelas tahun yang lalu, ketika keduanya masih bayi. Sampai sekarang, dia belum pernah melihat kerabat keluarganya, nggak tau ke mana harus mencari orang tua atau orang yang bisa disebut saudara. Sedih sekali melihat dia bicara ke arah kamera, memohon agar mungkin ada yang masih mencarinya hingga kini.

Bangga Ketika semua pekerjaan sudah selesai, dan ketika sepertinya pekerjaan itu dilihat, dinilai dan diberi ponten, dan dinyatakan “baik”… Ada sedikit perasaan bangga yang menyembul masuk. Tapi emang sih, nggak boleh terlalu terbuai atau terlalu bangga, soalnya… walau banyak ponten bagus (hehehe, jarang-jarang lho dipuji sama ‘Mo Broto, biasanya cuma dipanggil “perusuh” doang), tapi banyak juga hal-hal yang harus dibenahi. Hufffff… Pe eR kok ya nggak habis-habis :)

Celebrity Watch
Tak lupa juga, laporan celeb watch untuk Natal ini. Setelah Meriam Bellina dan Marcellino waktu paskah, waktu natal ini kami ketemu dengan Ade Juwita, ada Debby Sahertian (atau paling nggak yang mirip banget sama Debby Sahertian), dan ada Femmy Permatasari. Delon nyanyi di Paroki Petrus Paulus, Mangga Besar. Nikita sempet naek sampe ke Museum Katedral dengan rombongan wartawan inpotenmen. Trus… apalagi ya?

Thu 27th Dec, 2007, Non-sequitur

2008: Maunya apa ya?

Melanjutkan seri PR tag, ini saya dapat tendangan dari Geg Ina. Isinya: membuat resolusi untuk tahun 2008. Sebenernya aku jarang banget bikin resolusi akhir tahun, soalnya mungkin dipastikan kayaknya bakal akan mungkir juga (sesuatu yang mungkin dialami oleh banyak orang dan nggak cuma aku aja…).

Tapi, kali ini rasanya pengen juga ngebikin sebuah resolusi yang bisa aku coba selesaikan, apalagi tahun depan kan tahunnya aku resmi menginjak seperempat abad, penting dong bikin resolusi. Masa’ mungkir terus. (Hahaha, nggak mungkir cuma kalo pikirannya lagi lurus doang).

Resolusi pertama: Lebih rajin dan disiplin dan mengurangi kepelupaan diri ini, baik dalam bekerja, maupun dalam kehidupan sebagai anggota keluarga dan sebagai anggota organisasi. Nggak menunda-nunda pekerjaan, punya catatan yang rapi (berhubung saya ini pelupa, jadi harus, harus, harus ingat dan nggak males bikin to-do-list). Apalagi tahun ini sebenernya banyak hal penting yang terlupa, karena saya malas bikin daftar hal-hal yang harus dikerjakan, karena sok pe-de. Akhirnya kan ketiban getahnya sendiri. Nggak cuma getahnya di saya, tapi juga teman-teman kantor yang sebenernya nggak bersalah akhirnya pun ketiban sial gara-gara itu.

Resolusi kedua: Jadi anak, saudara, teman, rekan yang lebih baik lagi. Tahun ini aku sering banget dapet protes dari banyak kalangan kalo aku belum jadi orang yang baik. Misalnya, ada teman yang mengeluh kalo aku tidak punya waktu lagi untuk ngobrol dengan mereka seperti dahulu, lupa mengirimkan ucapan ini itu, dan sebagainya. Bahkan kayaknya sebagai kakak, tahun ini ada kemerosotan kualitas deh. Misalnya, tahun ini kayaknya sering banget deh yang namanya berantem sama adekku. Belom lagi sama orang tua. Kayaknya yang paling menderita itu mereka.

Resolusi ketiga: mengurangi tidur. Untuk melaksanakan resolusi kedua itu tadi, saya kayaknya harus mengurangi porsi tidur. Hahahaha. Kayaknya keseringan tidur, akhirnya jadi males ke mana-mana, atau males menjawab telepon, atau membalas sms yah? Mengurangi tidur kan juga berarti bisa melakukan hobi-hobi yang lain, misalnya nyoba ngeberesin koleksi perangko (hahaha, yang udah berkurang banyak karena hilang), atau misalnya mulai lebih rajin lagi olah raga (yaya, saya sudah punya tas pinggang karena makan terus tapi nggak olah raga).

Resolusi keempat: berpergian keliling dan luar kota. Karena sudah mengurangi tidur, mungkin saya harus sering berpergian. Baik itu ke tempat-temapt di Jakarta yang belum saya kunjungi atau ke luar kota, dan ngeliat kota lain selain Jakarta. Indonesia itu luas loh, apalagi kan tahun 2008 itu Visit Indonesia Year. Nggak mau kalah dong sama yang namanya turis luar negeri. Saya pun harus bisa Visit Indonesia. Dan, semoga kalo udah sampe di kota tetangga, atau kota di seberang pulau, saya nggak cuma tidur doang di penginapan. *eheum*

Resolusi kelima: belajar nyetir. Masih dalam rangka mengurangi tidur dan mencari kesibukan dan terlepas dari buruknya dampak kendaraan pribadi terhadap global warming, saya mau belajar nyetir. Saya iri sama yang pada bisa nyetir, apalagi yang bisa nyetir dengan gaya yang sangat cool. Cuma ada satu masalahnya, saya kalo nyetir mobil sukanya berorientasi pada trotoar, dan kalau nyetir motor, sukanya mencari selokan. Yang paling saya ingat adalah belajar nyetir mobil dan motor, dan menemukan selokan yang katanya nggak ada tapi ternyata ada. “Buset! Gue tinggal di sini puluhan taon baru tau ada selokan di sini!” seru salah seorang temen saya yang mobilnya saya jadikan sarana belajar nyetir. Sejak saat itu, saya kapok. Takut merusak rumah orang, atau trotoar orang, atau masuk ke penjara karena merusak pohon di pinggir jalan, atau merusak mobil/motor latihan.

Resolusi keenam: nabung. Buat beli apa aja. Mungkin kalo bisa nyetir, ya beli kendaraan pribadi (motor keq, mobil mini keq, atau bajay mungkin). Karena mini-semacam-resolusi untuk tahun ini yaitu: “Nggak ngutang ke instansi, individu, maupun tabungan sendiri” sudah sedikit banyak berhasil, sekarang saya mau nabung.

Resolusi ketujuh: meneruskan aktivitas mengolah sampah, biar nggak cuma omong omdo doang, dan untuk menebus dosa-dosa saya kalau-kalau nanti saya berhasil bisa nyetir kendaraan pribadi.

Resolusi kedelapan: melakukan semua resolusi di atas tadi. Yang ini yang susah. Susah. Susah. Susah.

Dan sekarang saya harus meneruskan ini kepada teman-teman yang lain. Dan seperti biasa saya terlalu ciken untuk menunjuk siapa yang harus meneruskan ini. Jadi, pada sukarela aja ya. Siapa yang mau saya tag?

Thu 27th Dec, 2007, Non-sequitur

Hal-hal aneh tentang saya

Beberapa bulan (bulan kan ya?) yang lalu, Trinie ngasih pe-er untuk aku selesaikan. Tapi ternyata terbengkalai sampe hari ini, setelah diwanti-wanti berkali-kali oleh Trinie… Hehehe. Jadi merasa bersalah juga. Akhirnyalah saya ketemu waktu untuk melakukannya, dan memang sih, diniatin supaya tahun baru nanti nggak ada pe-er yang tersisa dari tahun ini. Pe-er kok ya ditunda setahun? Hihihi.

“Instructions: Each player of this game starts with 6 weird things about themselves. People who get tagged need to write a blog of their own 6 weird things as well as state the rule clearly. In the end, you need to choose 6 people to be tagged and list their names. Don’t forget to leave a comment that says you are tagged in their comments and tell them to read your blog.”

6 Hal yang aneh? Apa aja ya? Aduh bingung juga sih, aneh yang seperti apa, ya? Hehehe. Mungkin karena aku sendiri yang ngejalanin jadi nggak merasa aneh gitu. Hmm. Tapi baiklah, akan saya coba deh tulis 6 hal yang saya lakukan, yang kalo sampe ketahuan sama orang lain mereka akan bilang “Lu aneh deh.”

WAH! TAPI KALO GITU YA BANYAK! Cuma boleh pilih 6 ya?
more…