Cold Calling: Kredit Tanpa Agunan
Cold Calling atau telepon di dalam kulkas itu terkadang bisa membantu, tapi lebih sering membuat geram. Beberapa minggu terakhir ini saya sering ditelepon oleh berbagai macam agen penyedia kredit tanpa agunan (KTA, tapi sebenernya biasanya minimal “nyetor” motor) dari berbagai perusahaan dan sebagainya.
Belom ngutang aja udah diteleponin terus tiap hari, apalagi kalo udah ngutang yak?
Berikut ini percakapan teman saya yang saya tiru setiap ditelepon oleh agen kredit ini.
“Saya nggak ingin KTA, saya maunya KTB.”
“KTB? Apakah itu?” tanya sang agen.
“Kredit tanpa Bayar,” jawab temanku sambil mengetik sesuatu di layar chatting.
“Ya, mana ada atuh,” sang agen berkata sambil tertawa canggung.
“Ya udah, KTB yang satu lagi aja. Kredit tanpa Bunga.”
“Duh, si Mbak ada-ada saja. Mana ada bank atau perusahaan kredit yang ngasih kredit ga pake bunga?”
“Siapa bilang? Buktinya saya dapet kok kredit tanpa bunga.”
“Ah, yang bener? Saya sudah malang melintang di dunia ini belum pernah dengar. Bank mana yang seperti itu? ”
“Bank Ayah Bunda.”
“Wah! Ya itu mah curang dong,” sang agen merasa bahwa kekalahan sudah di depan mata.
“Nah, sekarang Mbak bisa nggak nawarin yang sama, tanpa bunga?” sedangkan teman saya sudah bisa mencium wanginya rendang untuk makan siang.
“Ya, kalo begitu mah, no contest, dong?”
“Ya iya memang begitu. Makasih ya Mbak, sudah mau menelepon dan menawari kredit, dan nemenin saya ngobrol. Selamat siang.”
“Oh, iya. Selamat siang juga.”