Beli Buku, Baca Buku?
Wah! tak terasa sudah akhir bulan lagi! Berarti sebentar lagi gajian, dong! Nggak sabar menunggu senin, nih. Walaupun sudah bertahun-tahun menerima gaji, tetep aja eforianya nggak berkurang… nggak beda sama yang namanya seneng pas nerima gaji pertama. Yah, namanya juga nerima duit. Ya ya.. ujung-ujungnya duit. Tapi setiap kali terima gaji, rasanya bahagia karena… eh, ternyata saya masih punya kerjaan, dan belom jadi pengangguran. Ada juga tekat untuk kerja lebih rajin lagi, supaya nggak dipecat. Tapi, gimana dong? Malasku ini bawaan lahir kayaknya.
Ya, namanya juga ngerasain kaya sementara. Kok sementara? Ya, karena habis nerima dan puas dielus-elus, harus langsung dibayarkan kembali ke kreditor, disisihkan untuk perpuluhan, disisihkan untuk keluarga, dan lain-lain sebagainya. Pokoknya… kesenangan itu hanya sesaat. Setiap bulan, aku selalu menyisihkan lima puluh ribu rupiah untuk membeli buku, entah itu buku komik (pasti!), buku cerita, novel, atau buku referensi. Kadang-kadang, saking nggak sempetnya ke toko buku, uang itu bisa disimpan dan dipakai bulan berikutnya. Asik! Kayak bulan kemarin, aku bisa beli banyak buku karena masih punya seratus ribu rupiah! Hore! Rasanya yang namanya toko buku itu jadi bersahabat banget.
Beli buku bukan berarti langsung dibaca. Tapi kadang-kadang suka diendapkan di rak buku, masih dalam bungkusnya. “Buku dibelinya iya, dibacanya nggak… cuma dipajang doang,” gerutu ibuku. Aku cuma bisa bengong, dan dengan secepat kilat menyambar satu buku untuk dibaca… mungkin untuk mengurangi rasa bersalah.
Chicken Soup for the Soul, A Graphic Novel
Buku yang terakhir aku baca adalah: Chicken Soup for the Soul, A Graphic Novel: Hadiah Terindah dan kisah-kisah nyata menyentuh lainnya. Buku komik ini digambar oleh Kim Dong-hwa, seorang komikus terkenal dari Korea. Beda dengan komik-komik terbitan Elex Media yang biasanya hitam putih, buku ini bisa dibilang sepenuhnya berwarna… makanya harganya hampir 5x lebih mahal daripada buku komik biasa.
Semua ceritanya diambil dari antologi Chicken Soup for the Soul yang udah kita kenal, cerita-cerita menyentuh yang bisa bikin orang tersenyum sambil mengevaluasi dirinya sendiri. Cuma di antologi ini orang bisa menemukan keindahan dibalik piring pecah (dan nggak cuma emak yang ngomelin anaknya karena piring kesayangannya pecah); orang bisa menemukan kesabaran untuk nggak ngebuka semua hadiah ulang tahun saat itu juga (gimana nggak sabar, hadiah ulang tahunnya disimpen selama puluhan tahun! kalo aku sih pasti nggak bakal sabar nyobek-nyobek kertas pembungkus, atau kalo disimpen selama itu pasti udah nggak inget lagi nyimpen di mana…)
Ada sekitar sepuluh cerita (kalo nggak salah itung) di komik ini. Gambar-gambarnya ngegemesin, ceritanya bagus-bagus… mulai dari Cassius Clay (Ali si Petinju) sampai Nenek Je-ji. Nggak rugi sih ngebaca ceritanya, tapi ya… harganya emang agak mahal (mahal banget?).
loh buat kopdar koq gag dianggarin Hen?
haa ? gajian yah. beliin buku dong, trims
gajian ya? hmmm….*lirik2 dompet…*
kalo pergi2 ke toko buku gw bawaannya borong mulu hend..
(
hiks, kenapa buku2 impor mahal ya ?
*lihat dompet*
dn jg punya buku Chicken Soup for the Soul, A Graphic Novel. lumayan okay.. walaopun terlalu anak2.
lam kenal yah!