Tue 15th Aug, 2006, Daily Rants, Datelines

Lusa: Tanggalan Merah

Kadang-kadang ada yang nulis tanggal 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan bangsa Indonesia (macam Independence Day). Emang sih ya pada hari itu Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Itu lho, yang teksnya (hasil ketikan Sajoeti Melik) sekarang dipajang di Monas.

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Tapi, lain proklamasi lain kemerdekaan yang de fakto. Ternyata pihak Belanda lumayan nge-lag dalam hal ngaku-mengakui kemerdekaan Indonesia. Jadilah 4 tahun sekian bulan kemudian — tanggal 27 Desember 1949, dua hari setelah Hari Natal, dan sehari setelah Boxing Day, Belanda memberikan “hadiah natal” kepada Bangsa Indonesia.

Tapi ya, walau bagaimana pun, akhirnya Indonesia punya hari libur nasional yang nama kerennya: “Hari Proklamasi Kemerdekaan”. Sayangnya tanggal 27 Desember itu nggak dirayain jadi hari apa-apa, padahal lumayan tuh, buat nambahin tanggalan merah barang sehari: “Hari Belanda Mengakui Hak Kemerdekaan Bangsa Indonesia”…. er… panjang yah.

Nah, waktu masih sekolah, tanggal 17 Agustus itu jadi hari libur yang unik. Yang namanya tanggalan merah ya tentu aja hari libur, dan hari libur tentu aja maksudnya hari nggak masuk sekolah. Tapi khusus untuk tanggal yang satu ini… wajib masuk sekolah untuk upacara bendera yang dilanjutkan dengan lomba-lomba khas tujuhbelasan.

Kalaupun nggak perlu masuk, tetep aja mesti nonggeng di depan TV memperhatikan alur Upacara Detik-detik Proklamasi, yang jaman dulu itu disiarkan di seluruh setasiun televisi Indonesia Raya merdeka merdeka. Hal ini udah kayak kewajiban untuk lulus mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila), yang kemudian berubah namanya jadi PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan).

Sewaktu kuliah, 17 Agustusan di negara orang berarti ngumpul-ngumpul di Kedutaan atau di rumah dinas Kedubes. Biasanya sih diawali dengan upacara bendera — tapi sebagai mahasiswa yang sudah luntur rasa kebangsaannya, malas rasanya menghadiri upacara ini. Acara kumpul-kumpul itu biasanya identik dengan acara makan-makan, di mana ibu-ibu PKK cabang luar negeri berkumpul dan berkreasi… menghadirkan sekelumit kenangan akan tanah air lewat makanan enak nan lekker.

Tahun ini… entah apa yang akan dilakukan untuk tujuhbelasan.

10 Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

  1. Comment by Tidak Sabar Menanti Sabtu™, August 15, 2006 @ 12:08 pm

    *terharu*

  2. Comment by ndra, August 15, 2006 @ 1:33 pm

    MERDEKAA!!!

  3. Comment by Hedi, August 15, 2006 @ 5:30 pm

    kenapa tidak merayakan tgl 27 desember, karena sudah capek natalan dan bersiap-siap buat tahun baruan :p

  4. Comment by andriansah, August 17, 2006 @ 1:49 am

    kebanyaka libur males lagih….

  5. Comment by endhoot, August 19, 2006 @ 11:03 am

    MERDEKAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!

  6. Comment by abi, August 24, 2006 @ 7:58 pm

    Kalau seandainya semua tanggal merah itu dimampatkan dalam satu periode waktu dalam satu tahun, berapa banyak lama yah liburan yang kita dapat? Setengah tahun ada? :)

  7. Comment by rara, August 28, 2006 @ 3:42 pm

    woi!

    *satu komen yg ga penting banget*

    hihihihi

  8. Comment by isdah, September 5, 2006 @ 4:12 pm

    MERDEKAAAAA! loh sekarang udah tanggal berapa seeh? hihihi… *kabur ah…*

  9. Comment by ade, September 18, 2006 @ 8:19 am

    updet ka…updet!!!

  10. Comment by adis, September 27, 2006 @ 2:00 am

    ndro! ndro! tujuhbelasan waktu itu bukannya kita malah masak2 di rumah dikau?
    btw ini udah bulan September,,apdet napah!!

    *kitik2 hendro*

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>