Ujian untuk Masa Depan
Bulan ujian. Ujian kenaikan kelas, ujian akhir, persiapan untuk sidang… pokoknya ujian. Duduk di sebuah ruangan dingin, dikelilingi oleh orang-orang bernasib sama. Dingin bukan karena suhu udaranya yang memang bener-bener dingin, tapi karena darah yang mengalir serasa membeku — keringat dingin… takut, resah, dan bimbang. Ada juga yang diam-diam percaya diri, ada juga yang diam-diam ketakutan. Bahan mana saja yang akan keluar? Hafalan semalam apakah akan muncul sebagai salah satu soal? Jangan-jangan yang tertulis di atas kertas ulangan… Aduh! Stres! Apa yang akan ditanyakan? Apakah saya akan bisa menjawab apa yang akan ditanyakan?
Untuk sepupuku yang kelas tiga SMP (entah apa sebutannya sekarang, Kelas IX?)… yah, dia sih sekarang sudah duduk-duduk cuek di rumah — ujian sudah selesai. Apakah dengan begitu sudah tidak heboh lagi? Nanti aku diterima nggak ya di SMA itu? Nah lho! Begitu juga teman yang akan segera ‘naik pangkat’ menjadi mahasiswa. “Gimana dong? Ntar kalo ga diterima di universitas itu? ‘Kan gue nggak daptar ke mana-mana lagi!”
Lain lagi dengan kawan yang sedang menjadi sukarelawan di Yogyakarta pasca-gempa. “Gimana mau ujian, lahan kosong buat gelar terpal aja kadang-kadang ga ada… Belum lagi buku-buku yang udah raib nggak tau ke mana… Kalau ujian tertulis, masih lumayan deh. Kalo ujian praktikum? Yah, nyerah aja.”
Omong-omong soal praktikum, ada temanku yang lagi kebingungan sendiri menyelesaikan skripsinya, karena kehilangan lahan praktikum. “Gue menyebabkan ledakan kecil di lab, dan sekarang gue ga boleh deket-deket lab lagi. Lagian juga, ga mungkin banget praktikum di sana karena fasilitasnya ancur. Nunggu divermak lagi, keburu deadline. Lagi nyari lab yang mau nampung gue nih!”
Dan tentu saja, bagi yang sudah bergeser dari “sekadar belajar” menjadi yang “sekadar bekerja”, momok yang bernama deadline masih setia menemani. Menyiapkan presentasi, laporan, atau makalah — disertai dengan keringat dingin dan sebersit rasa ragu: apakah nantinya bisa diterima.
(kerja!!!!)
itu temen lu yg ngeledakin lab, kaya Mr. Bean gitu ya hehehe…semoga cepet dapet lab, sis
fuuiiihh!
untuk gue da lulus sekola…;))
waaa… kapan ya aku lulus kuliah… hiks…
[sssttts… hen doain aku cepet lulus ya…]
hehehe, kok tiba” inget sekolah, hen?