Sehari setelah Hari Pendidikan Nasional
Hari Buruh Internasional jatuh pada tanggal 1 Mei. Banyak buruh yang turun ke jalan — unjuk rasa, memohon pada setiap telinga yang mau mendengar. Banyak toko dan pabrik yang tutup, banyak yang meliburkan diri, dan ada juga yang masuk kerja dengan perasaan “pengennya libur”. Hari Pendidikan Nasional jatuh pada tanggal 2 Mei. Banyak guru bantu yang turun ke jalan — kata mereka: jangan bedakan guru yang satu dengan guru yang lainnya. Dalam dunia pendidikan, masih banyak ketidakadilan, guru yang satu hidupnya lebih baik daripada guru yang lainnya. Guru yang pegawai negeri berbeda dengan guru yang pegawai swasta, dan berbeda pula dengan guru honorer, atau guru bantu. Padahal sama-sama guru. Padahal sama-sama buruh. Padahal….
Ada dua temanku yang sekarang mengabdikan diri mencerdaskan bangsa. Yang satu bekerja sebagai guru sekolah dasar di sebuah sekolah swasta. Yang satu lagi menjadi sukarelawan — mengajar anak-anak terlantar. Keluhan keduanya pun berbeda-beda.
Yang satu berkata: “Dasar anak orang kaya! Diomeli malah ngomel balik! Masa’ aku menegur eh, dibalas ‘eh, lu guru, diem deh! yang bayar elu kan bokap gue juga’. Terus aku harus bagaimana? Tapi sebodo ah, yang penting tiap bulan digaji tetap dan bisa nyicil kontrakan rumah. Abis ini gue pindah kerja ke sekolah laen aja.”
Yang satu lagi mengeluh: “Kalo soal perilaku anak didik, gue salut. Mereka seharian capek ngamen, nyemir sepatu, jadi pemulung, tapi sempet2nya ganti baju lalu hadir untuk kegiatan belajar mengajar. Bahkan sering minta pe-er lebih. Cuma gue kasian. Mereka ga punya tempat belajar yang tetap, nggak punya sarana yang memadai.”
Sebenarnya apa sih yang diperlukan Indonesia supaya pendidikan benar-benar dapat berguna bagi masa depan anak didik? Masa depan yang seperti apa? Berguna yang macam apa?
mending sekolah yg bener di London.
Sekolah / uni elo di mana kah di sanah ?
^^
jadi begini …
pertama-tama
install linux!
udah!
duh, anak jaman sekarang 68% memang kurang ajar.
kalau aku yang jadi temen kamu pasti anaknya sudah kena tampol. huh!!
hihiihii… makanya salut banget aku sama para guru yang sabarnya kayak ga ada batesnya
eh…jangan salah coz gak semua siswa kayak berita diatas…
emang dasar gurunya aja sok bener selalu…
sebel gue