Kata kuncinya adalah “kejombloan yang menyedihkan”
Hari ini, aku pergi nonton Jomblo dengan Adis. Filmnya ringan, cerita tentang cowok-cowok jomblo yang berusaha dengan amat sangat (dan setengah hati) untuk melepaskan predikat jomblo abadi. Bukan karya sejenis Cannes, tapi karya yang enak ditonton kalau tidak mau mikir (ini aku paling suka). Sebenernya, aku lebih mendukung tipe-tipe film Indonesia yang seperti ini daripada film setan dan hantu yang sekarang sedang banyak diputar di TV.
Cuma, seperti masalah yang melanda film di mana pemerannya diharuskan merokok (atau makan gulali), masalah kontinuiti tetap menghantui (kontinuiti dalam bahasa sinematik Indonesia itu apa?). Rokok yang panjang pendek, gulali yang banyak lalu sedikit, lalu banyak lagi… Yah. Hal kecil sih, tapi cukup ngganggu juga.
Oh iya, baru tau juga kalau Gunung Tambora itu letusannya 10x lebih hebat daripada Gunung Krakatau.
Ah, mau cerita apa lagi ya? Paling bingung merangkai kata-kata. Dilanjut saja besok.
gue juga mau ah nonton jomblo yg kabarnya miss out on Cannes taon ini, tapi punya kans besar di Venice Film Festival !!! errr, bener kan.
Gunung Tambora letaknya di mana, coba? Petamburan kali? lol
Gak rela Jomblo masuk Cannes. AADC aja nggak. (apa iya ya? ah tau deh). Pokoknya… bagus, tapi gak segitu bagusnya. Tapi bagus untuk yang mau ngelepas stress.
Di Sumbawa! hihihi… bener gak? **Geografi dulu jeblok** Abis menonton “The Year without Summer” (?) Hebat. Arkeolog dan peneliti dari luar negeri gigih banget menguak masa lalu kampung yang tertimbun magma panas (bak Pompeii). Arkeolog Indonesia cuma sebagai wakil saja? Ah… ini debat kusir untuk lain kali lah. Tapi, menarik sekali. Katanya lukisan-lukisan Turner itu terinspirasi oleh langit Inggris pada tahun itu (1815?) , dan bencana kelaparan melanda daratan Eropa. Hmm.. yang keluar dari Indonesia nyerem-nyeremin amat? Habis Tambora lalu Krakatau…
saat ini Aku gag suka nonton pilem indonesia, terlalu mudah ditebak ceritanya.
Yang bener, Nuz? Bahkan yang arthouse?
ya gitu deh pelem kita…kebaca terus…btw apa bener tambora lebih dashyat dari krakatau? jgn² tuh film salah buka ensiklopedia…hihihi
Ya… tapi sudah lebih mending lah filemnya. Daripada film tentang kutuk kubur terus?
Bener lho. Tambora itu lebih dahsyat daripada Krakatau. Tambora itu VEI(Volcanic Eruption Indexnya) skala 7 (super-colossal). Sedangkan Krakatau VEInya hanya berskala 6 (colossal). Hanya ada satu ledakan yang lebih kenceng daripada Tambora, yaitu di Yellowstone (tapi itu jaman purba), berskala paling tinggi, yaitu 8 (mega-colossal).
Volume ledakan Tambora mencapai 40 km-kubik. Sedangkan Krakatau “hanya” 18 km-kubik. Angka korban jiwa letusan Tambora mencapai 92,000 orang, sedangkan ledakan Krakatau memakan 36,000 orang (mungkin karena letaknya di pulau yang terpisah dari daratan induk).
Entah kenapa hal ini bukan pengetahuan umum. Wah, jadi ingin bikin posting tentang Tambora…
atau sekalian bikin mini-encyclopaedia (UK spelling loh, LOL)
Udah keduluan wikipedia…
eh…eh, aku paling suka loh nonton bertemakan VALENTINE, jadi ingat masa2 indahnya berpacaran…ah enaknya punya pacar
*kompor2 mode on*
Sape nih nulis-nulis tentang jomblo? hah? Hah? HAH?
mau nyindir aku nih? ngajakin berantem nih?
WEEK! Suka-suka WEEK! **tabur garam di atas sayatan pada kulit. siram formalin**
JOMBLO SUX!!!
apalagi kalo yg nontonnya jomblo
jomblo sux kuadrat…!!!
*ngeloyor cuek…*
IRI KAMU? IRI?!
halo, belajar cara menghentikan jombloness yuk!
MAU! MAU!
siapa sih yang ngga capek ngejomblo? makanya visit [sepem bukan nih] : solusi anti jomblo yang kamu tunggu-tunggu…
wat w jomblo enak-enak ja,, malh w mndingan jomblo dr pd pnya cwo,,klo jomblo kn bsa bbas tp klo pnya cwo w gag bbas,,kmna2 dtnyain,,palg klo k amerika x y,,,hehe